Update Klasemen Sepak Bola Liga Eropa 22/01/2026
CYBEROBIN SPORTS, 22 Januari 2026 – Fase liga UEFA Europa League musim 2025–2026 yang menggunakan format baru telah resmi berakhir. Setelah menyelesaikan 12 pertandingan yang melelahkan, klasemen akhir per tanggal 22 Januari 2026 menunjukkan persaingan yang sangat ketat di papan atas dan drama mendebarkan di batas zona eliminasi.
Berdasarkan data klasemen resmi yang dirilis oleh CybeRobin, delapan tim telah memastikan diri lolos otomatis ke babak 16 besar, sementara 16 tim di bawahnya harus berjuang melalui babak playoff knockout. Sayangnya, perjalanan Eropa harus berakhir bagi 12 tim terbawah.
Tiga Kuda Pacu di Puncak Klasemen
Klub asal Prancis, Olympique Lyonnais (Lyon), berhasil finis sebagai pemuncak klasemen (juara musim reguler). Meski memiliki poin yang sama (15 poin) dengan klub kejutan asal Denmark, Midtjylland, dan wakil Premier League, Aston Villa, Lyon berhak duduk di peringkat pertama berkat produktivitas gol yang lebih baik (26 gol memasukkan).
Ketiga tim tersebut tampil konsisten sepanjang 12 pertandingan dan layak mendapatkan tiket langsung ke babak 16 besar, menghindari dua laga tambahan di babak playoff.
Melengkapi posisi delapan besar (Zona Hijau) adalah Real Betis, SC Freiburg, dan Ferencvárosi TC yang sama-sama mengoleksi 14 poin. Duo raksasa Portugal, S.C. Braga dan FC Porto, sukses mengamankan dua tiket otomatis terakhir dengan raihan 13 poin, memaksa tim kuat lainnya masuk ke jalur playoff.
Zona Playoff Bertabur Bintang dan Drama Celtic
Zona kuning (peringkat 9 hingga 24), yang akan mempertemukan tim-tim untuk memperebutkan sisa tiket ke 16 besar, diisi oleh beberapa nama besar yang tampil kurang maksimal di fase liga.
VfB Stuttgart dan AS Roma harus puas di posisi 9 dan 10 dengan 12 poin, hanya terpaut satu poin dari zona lolos otomatis. Tim-tim tradisional Eropa lainnya seperti Nottingham Forest, Fenerbahçe, dan Ajax (yang diwakili AS Boma di tabel) juga harus melalui babak playoff.
Sorotan paling dramatis pada matchday terakhir ini terjadi di batas akhir zona playoff. Klub Skotlandia, Celtic, secara luar biasa berhasil mengamankan posisi ke-24—posisi terakhir yang aman—dengan koleksi 7 poin.
Raksasa yang Tumbang
Nasib paling tragis dialami oleh Dinamo Zagreb. Klub Kroasia ini sebenarnya mengoleksi poin yang sama dengan Celtic (7 poin) dan bahkan memiliki selisih gol yang lebih baik (-7 berbanding -12 milik Celtic). Namun, berdasarkan kriteria tie-breaker pada klasemen akhir ini, Dinamo Zagreb harus rela finis di posisi ke-25 dan tereliminasi dari kompetisi.
Zona merah (peringkat 25-36) juga menjadi kuburan bagi beberapa tim ternama. Finalis kompetisi Eropa sebelumnya, Feyenoord dan Rangers, harus angkat koper lebih awal setelah hanya mampu finis di posisi 30 dan 33.
Sementara itu, catatan terburuk musim ini jatuh kepada wakil Prancis, OGC Nice. Mereka menutup kampanye Liga Europa di posisi juru kunci (peringkat 36) dengan rekor mengenaskan: 0 poin, 0 menang, dan 12 kekalahan dari 12 pertandingan.
Dengan berakhirnya fase liga, perhatian kini tertuju pada undian babak playoff knockout, di mana tim-tim peringkat 9-16 akan diundi melawan tim-tim peringkat 17-24.